▴KEWASPADAAN▴
▴Saluran Pengaduan dan Kepuasan Masyarakat▴ - Bulan Vitamin A: Dukung Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak
- Jadwal BIAS dan CKG di Sekolah Wilayah Kerja Puskesmas Cangkrep Purworejo Tahun 2026
- Mewujudkan Masyarakat yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya
- Kini Penduduk Kabupaten Purworejo Berobat di Pukesmas Cangkrep Gratis Retribusi
- Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Dukung Kesehatan Digital melalui Kegiatan Puskesmas Cangkrep Kabupaten Purworejo dalam Rangka Perwujudan SDGs
- Indeks Kepuasan Masyarakat Triwulan 1 Tahun 2026
- Deteksi Dini Sehingga Kerja Lebih Optimal: Pemeriksaan Kesehatan Rutin Karyawan Puskesmas Cangkrep
- Kolaborasi Kuat, Hasil Hebat: Assessment Eliminasi Malaria Purworejo
- Kamis Sehat: Imunisasi Rutin Kamis ke tiga di Kelurahan Cangkrep Lor
- Puskesmas Cangkrep Perkuat Peran Kader dalam Pencegahan Malaria
Deteksi Dini TBC Melalui Active Case Finding: Puskesmas Cangkrep Bersama Balkesmas Magelang

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui udara saat penderita TBC mengeluarkan percikan droplet ketika berbicara, batuk, atau bersin. TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena penularannya yang mudah serta gejalanya yang sering tidak disadari pada tahap awal.
Sebagai upaya mempercepat penemuan kasus dan mencegah penularan lebih lanjut, Puskesmas Cangkrep bekerja sama dengan Balkesmas Magelang menyelenggarakan kegiatan Active Case Finding (ACF) pada Jumat, 21 November 2025. ACF merupakan metode penemuan kasus secara aktif melalui skrining kepada masyarakat, khususnya kelompok berisiko, dengan menggunakan pemeriksaan rontgen dada.

Kegiatan ini diikuti oleh para lansia di wilayah binaan Puskesmas Cangkrep. Selain pemeriksaan rontgen, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tanda dan gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, serta informasi mengenai layanan pengobatan TBC yang tersedia di fasilitas kesehatan.
Pelaksanaan ACF ini bertujuan untuk:
-
Mengidentifikasi secara dini adanya gangguan kesehatan, terutama penyakit paru seperti TBC.
-
Meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC di masyarakat.
-
Memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat layanan primer.
-
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memeriksakan diri secara rutin, terutama kelompok rentan seperti lansia.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap gejala penyakit paru dan dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, sehingga dapat menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
_(3).png)





.png)
.png)
