Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Dukung Kesehatan Digital melalui Kegiatan Puskesmas Cangkrep Kabupaten Purworejo dalam Rangka Perwujudan SDGs

By Puskesmas Cangkrep 20 Mei 2026, 15:29:53 WIB Kategori berita 1
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Dukung Kesehatan Digital melalui Kegiatan Puskesmas Cangkrep Kabupaten Purworejo dalam Rangka Perwujudan SDGs

            Purworejo, 9 Mei 2025 – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Puskesmas Cangkrep menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan digital bertajuk “Menjaga Kesehatan Secara Digital” pada Jumat, 9 Mei 2025, bertempat di Posyandu Sucen Semawung, wilayah kerja Puskesmas Cangkrep, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan digital masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.

                Kegiatan ini mengangkat tema literasi kesehatan digital yang dinilai semakin penting di era transformasi teknologi saat ini. Edukasi tersebut menghadirkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika sebagai pemateri, yaitu Muhammad Zidan, Ganendra Arya Pradipa, Raudhatul Audyna, dan Yosa Ekawati Alya Putri. Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Gantar Abimanyu. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat sekitar posyandu, khususnya para ibu balita, dengan suasana diskusi yang interaktif dan edukatif. 
                  Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan serta penggunaan aplikasi kesehatan digital seperti Halodoc dan Alodokter sebagai sarana konsultasi kesehatan secara daring. Mahasiswa UNY menjelaskan manfaat layanan konsultasi dokter secara online, akses artikel kesehatan terpercaya, serta pentingnya memilah informasi kesehatan di era digital. Dalam sesi diskusi, salah satu peserta dari kalangan ibu balita menanyakan perbedaan antara memperoleh informasi kesehatan melalui media sosial dan melalui aplikasi Alodokter. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa artikel kesehatan pada aplikasi Alodokter telah melalui proses verifikasi dan tidak diunggah secara sembarangan, sedangkan informasi kesehatan di media sosial dapat diunggah oleh siapa saja sehingga belum tentu valid dan terpercaya.
                Peserta juga menanyakan terkait tingkat kepercayaan dokter pada aplikasi Halodoc. Menjawab pertanyaan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa dokter pada aplikasi Halodoc merupakan tenaga profesional yang profil dan pengalamannya dapat dilihat langsung oleh pengguna. “Pengguna dapat melihat profil dokter, pengalaman praktik, hingga testimoni dari pengguna lain sehingga masyarakat dapat lebih yakin dalam memilih layanan konsultasi kesehatan secara daring,” ujar salah satu mahasiswa pemateri. Selain memberikan edukasi mengenai penggunaan aplikasi kesehatan digital, kegiatan ini juga menyoroti bahaya self-diagnosis atau mendiagnosis penyakit sendiri berdasarkan informasi yang beredar di internet tanpa konsultasi medis. Peserta diberikan pemahaman bahwa self-diagnosis dapat menimbulkan kesalahan penanganan kesehatan, konsumsi obat yang tidak tepat, hingga keterlambatan mendapatkan pertolongan medis. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan fasilitas kesehatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan berbasis teknologi.
                                   Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya di bidang kesehatan masyarakat dan literasi digital. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan fasilitas kesehatan dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan melek teknologi di era digital.